{"id":2008,"date":"2013-06-14T10:15:15","date_gmt":"2013-06-14T10:15:15","guid":{"rendered":"http:\/\/kkn.lppm.uns.ac.id\/?page_id=3"},"modified":"2013-06-14T10:15:15","modified_gmt":"2013-06-14T10:15:15","slug":"latar-belakang","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/kkn.lppm.uns.ac.id\/?page_id=2008","title":{"rendered":"Latar Belakang"},"content":{"rendered":"<p class=\"MsoNormal\"><strong>Latar Belakang KKN<\/strong><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><span lang=\"EN-US\">Mengingat keanekaragaman masyarakat Indonesia, paradigma keilmuan di Indonesia harus mencari jalan atau karakternya sendiri. Membangun tradisi keilmuan yang setia pada kenyataan hidup masyarakat Indonesia perlu ditekankan. Oleh karenanya perguruan tinggi selain memberikan fungsi pendidikan bagi mahasiswanya juga harus membantu menyelesaikan problem masyarakat demi peradaban mereka yang lebih baik. Dapat dikatakan bahwa Ilmu tanpa praktek itu kosong, praktek tanpa ilmu itu kerdil. Dalam sejarah pendidikan tinggi di Indonesia, gagasan integral terkait dengan pengabdian pada masyarakat desa bukan hal baru. <\/span><span lang=\"EN-US\">Pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) yang dirintis pelaksanaaanya sejak tahun akademik 1971\/1972 di beberapa perguruan tinggi, kini telah dicoba pelaksanaannya oleh hampir seluruh perguruan tinggi di Indonesia.<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><span lang=\"EN-US\">KKN bagi mahasiswa pertama-tama justru bukan pada program yang dilakukan, namun juga terbentuknya pengalaman dan ikatan batin mahasiswa pada masyarakat. Sangat berbahaya kalau mahasiswa yang merupakan calon pemimpin masa depan malah tidak mengenal rakyatnya. Memang mereka tidak harus kembali ke desa, mereka bisa jadi apa saja, tapi tetap harus memiliki orientasi pedesaan. Pentingnya orientasi pedesaan semata-mata karena fakta bahwa 80 persen wilayah Indonesia merupakan wilayah perdesaan. Di sisi lain Sivitas akademik mesti secara sungguh-sungguh berguru pada rakyat yang justru terbukti memiliki daya tahan dan daya juang paling tangguh dalam sejarah Indonesia. <\/span><span lang=\"EN-US\">KKN dilaksanakan guna meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat, dengan tujuan memberi pendidikan pelengkap bagi mahasiswa sekaligus membantu masyarakat melancarkan pembangunan di lokasi KKN dilaksanakan. Bagi mahasiswa peserta, KKN seharusnya dirasakan sebagai pengalaman belajar, suatu pengalaman belajar yang tidak dapat diperoleh di dalam kampus. Bagi mahasiswa peserta, KKN seharusnya dirasakan sebagai pengalaman belajar, suatu pengalaman belajar yang tidak dapat diperoleh di dalam kampus. Dengan mengikuti KKN mahasiswa seharusnya memiliki pengetahuan baru, perasaan baru, kemampuan baru, dan kesadaran baru tentang problem dan bagaimana memecahkan yang dihadapi masyarakat bangsanya, tentang tanah airnya dan tentang bagaimana seharusnya dirinya berperan lebih jauh. <\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><span lang=\"EN-US\">Terdapat tiga unsur penting yang terkandung, yaitu: pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai kegiatan yang bermuatan pendidikan, KKN membawa mahasiswa peserta untuk berkenalan secara langsung dengan masyarakat dan permasalahannya, serta membantu mencari solusi dengan pendekatan interdisipliner. Sebagai kegiatan yang bermuatan penelitian, mahasiswa diajak melakukan pemahaman dan analisis potensi masyarakat ( dengan bantuan dosen pembimbing) sehingga mampu memberikan sumbangan pemikiran kritis atas solusinya. Sebagai kegiatan pengabdian masyarakat, KKN dapat menjadi wahana mengamalkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni bagi pemecahan masalah dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, KKN dapat dimaknai sebagai bentuk pengintegrasian kegiatan intrakurikuler pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa secara interdisipliner.<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><span lang=\"EN-US\">Perencanaan program KKN dilakukan bersama dengan fihak-fihak yang berkepentingan bagi pengembangan masyarakat dimana KKN akan dilakukan ( Pemda, swasta, unsur masyarakat) sebagai perencanaan bersama, sehingga pada pelaksanaannyapun juga menjadi tanggung jawab bersama dari yang terlibat merencakanannya. Agar terarah dan mendatangkan manfaat bagi masyarakat secara optimal, maka diawali dengan pelaksanaan <em>needs assesment <\/em>dan penyusunan <em>data based <\/em>yang menjadi sumber acuan perencanaan program dan evaluasi KKN. <\/span><span lang=\"EN-US\">DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) diharapkan sudah mengerti lokasi serta keadaan masyarakat di daerah tersebut. Dengan mengerti kondisi lapangan dan masyarakat terlebih dahulu, dosen pembimbing dapat mengarahkan aktivitas mahasiswa ketika sampai di tempat KKN. Selain itu juga supaya nantinya tujuan program menjadi lebih efektif serta efisien. DPL hendaknya mengetahui kultur budaya dan sosial masyarakat KKN setempat.<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><span style=\"font-weight: bold\">Maksud dan Tujuan KKN<\/span><\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><span lang=\"EN-US\"> <\/span><\/p>\n<ol type=\"1\">\n<li class=\"MsoNormal\"><span lang=\"IN\">Mewujudkan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi      yaitu<\/span><span> bidang<\/span><span lang=\"IN\"> pengabdian      kepada masyarakat.<\/span><span> <\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNormal\"><span lang=\"IN\">Membantu mahasiswa dalam menerapkan ilmu      pengetahuan, teknologi dan seni yang dipelajari secara langsung yang      sesuai dengan teori sehingga memberi manfaat bagi masyarakat<\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNormal\"><span lang=\"IN\">Membekali mahasiswa kemampuan pendekatan masyarakat      dan membentuk sikap serta perilaku untuk senantiasa peka terhadap      persoalan yang dihadapi masyarakat <\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNormal\"><span lang=\"IN\">Memberi pengalaman belajar mahasiswa dalam kehidupan      masyarakat dan mendewasakan kepribadian dan memperluas wawasan mahasiswa <\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNormal\"><span lang=\"IN\">Melatih mahasiswa belajar bersama masyarakat untuk      berpartisipasi dan berkontribusi dalam pembangunan. <\/span><\/li>\n<li class=\"MsoNormal\"><span lang=\"IN\">Membantu pemberdayaan masyarakat melalui penerapan      ilmu pengetahuan, teknologi dan seni sebagai upaya mencapai kesejahteraan<\/span><\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Latar Belakang KKN Mengingat keanekaragaman masyarakat Indonesia, paradigma keilmuan di Indonesia harus mencari jalan atau karakternya sendiri. Membangun tradisi keilmuan yang setia pada kenyataan hidup masyarakat Indonesia perlu ditekankan. Oleh karenanya perguruan tinggi selain memberikan fungsi pendidikan bagi mahasiswanya juga harus membantu menyelesaikan problem masyarakat demi peradaban mereka yang lebih baik. Dapat dikatakan bahwa Ilmu tanpa praktek itu kosong, praktek tanpa ilmu itu kerdil. Dalam sejarah pendidikan tinggi di Indonesia, gagasan integral terkait dengan pengabdian pada masyarakat desa bukan hal baru. Pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) yang dirintis pelaksanaaanya sejak tahun akademik 1971\/1972 di beberapa perguruan tinggi, kini telah dicoba pelaksanaannya oleh hampir seluruh perguruan tinggi di Indonesia. KKN bagi mahasiswa pertama-tama justru bukan pada program yang dilakukan, namun juga terbentuknya pengalaman dan ikatan batin mahasiswa pada masyarakat. Sangat berbahaya kalau mahasiswa yang merupakan calon pemimpin masa depan malah tidak mengenal rakyatnya. Memang mereka tidak harus kembali ke desa, mereka bisa jadi apa saja, tapi tetap harus memiliki orientasi pedesaan. Pentingnya orientasi pedesaan semata-mata karena fakta bahwa 80 persen wilayah Indonesia merupakan wilayah perdesaan. Di sisi lain Sivitas akademik mesti secara sungguh-sungguh berguru pada rakyat yang justru terbukti memiliki daya tahan dan daya juang paling tangguh dalam sejarah Indonesia. KKN dilaksanakan guna meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat, dengan tujuan memberi pendidikan pelengkap bagi mahasiswa sekaligus membantu masyarakat melancarkan pembangunan di lokasi KKN dilaksanakan. Bagi mahasiswa peserta, KKN seharusnya dirasakan sebagai pengalaman belajar, suatu pengalaman belajar yang tidak dapat diperoleh di dalam kampus. Bagi mahasiswa peserta, KKN seharusnya dirasakan sebagai pengalaman belajar, suatu pengalaman belajar yang tidak dapat diperoleh di dalam kampus. Dengan mengikuti KKN mahasiswa seharusnya memiliki pengetahuan baru, perasaan baru, kemampuan baru, dan kesadaran baru tentang problem dan bagaimana memecahkan yang dihadapi masyarakat bangsanya, tentang tanah airnya dan tentang bagaimana seharusnya dirinya berperan lebih jauh. Terdapat tiga unsur penting yang terkandung, yaitu: pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai kegiatan yang bermuatan pendidikan, KKN membawa mahasiswa peserta untuk berkenalan secara langsung dengan masyarakat dan permasalahannya, serta membantu mencari solusi dengan pendekatan interdisipliner. Sebagai kegiatan yang bermuatan penelitian, mahasiswa diajak melakukan pemahaman dan analisis potensi masyarakat ( dengan bantuan dosen pembimbing) sehingga mampu memberikan sumbangan pemikiran kritis atas solusinya. Sebagai kegiatan pengabdian masyarakat, KKN dapat menjadi wahana mengamalkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni bagi pemecahan masalah dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, KKN dapat dimaknai sebagai bentuk pengintegrasian kegiatan intrakurikuler pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa secara interdisipliner. Perencanaan program KKN dilakukan bersama dengan fihak-fihak yang berkepentingan bagi pengembangan masyarakat dimana KKN akan dilakukan ( Pemda, swasta, unsur masyarakat) sebagai perencanaan bersama, sehingga pada pelaksanaannyapun juga menjadi tanggung jawab bersama dari yang terlibat merencakanannya. Agar terarah dan mendatangkan manfaat bagi masyarakat secara optimal, maka diawali dengan pelaksanaan needs assesment dan penyusunan data based yang menjadi sumber acuan perencanaan program dan evaluasi KKN. DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) diharapkan sudah mengerti lokasi serta keadaan masyarakat di daerah tersebut. Dengan mengerti kondisi lapangan dan masyarakat terlebih dahulu, dosen pembimbing dapat mengarahkan aktivitas mahasiswa ketika sampai di tempat KKN. Selain itu juga supaya nantinya tujuan program menjadi lebih efektif serta efisien. DPL hendaknya mengetahui kultur budaya dan sosial masyarakat KKN setempat. Maksud dan Tujuan KKN Mewujudkan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu bidang pengabdian kepada masyarakat. Membantu mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dipelajari secara langsung yang sesuai dengan teori sehingga memberi manfaat bagi masyarakat Membekali mahasiswa kemampuan pendekatan masyarakat dan membentuk sikap serta perilaku untuk senantiasa peka terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat Memberi pengalaman belajar mahasiswa dalam kehidupan masyarakat dan mendewasakan kepribadian dan memperluas wawasan mahasiswa Melatih mahasiswa belajar bersama masyarakat untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam pembangunan. Membantu pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni sebagai upaya mencapai kesejahteraan<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-2008","page","type-page","status-publish","hentry"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.4 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Latar Belakang - KKN<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kkn.lppm.uns.ac.id\/?page_id=2008\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Latar Belakang - KKN\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Latar Belakang KKN Mengingat keanekaragaman masyarakat Indonesia, paradigma keilmuan di Indonesia harus mencari jalan atau karakternya sendiri. Membangun tradisi keilmuan yang setia pada kenyataan hidup masyarakat Indonesia perlu ditekankan. Oleh karenanya perguruan tinggi selain memberikan fungsi pendidikan bagi mahasiswanya juga harus membantu menyelesaikan problem masyarakat demi peradaban mereka yang lebih baik. Dapat dikatakan bahwa Ilmu tanpa praktek itu kosong, praktek tanpa ilmu itu kerdil. Dalam sejarah pendidikan tinggi di Indonesia, gagasan integral terkait dengan pengabdian pada masyarakat desa bukan hal baru. Pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) yang dirintis pelaksanaaanya sejak tahun akademik 1971\/1972 di beberapa perguruan tinggi, kini telah dicoba pelaksanaannya oleh hampir seluruh perguruan tinggi di Indonesia. KKN bagi mahasiswa pertama-tama justru bukan pada program yang dilakukan, namun juga terbentuknya pengalaman dan ikatan batin mahasiswa pada masyarakat. Sangat berbahaya kalau mahasiswa yang merupakan calon pemimpin masa depan malah tidak mengenal rakyatnya. Memang mereka tidak harus kembali ke desa, mereka bisa jadi apa saja, tapi tetap harus memiliki orientasi pedesaan. Pentingnya orientasi pedesaan semata-mata karena fakta bahwa 80 persen wilayah Indonesia merupakan wilayah perdesaan. Di sisi lain Sivitas akademik mesti secara sungguh-sungguh berguru pada rakyat yang justru terbukti memiliki daya tahan dan daya juang paling tangguh dalam sejarah Indonesia. KKN dilaksanakan guna meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat, dengan tujuan memberi pendidikan pelengkap bagi mahasiswa sekaligus membantu masyarakat melancarkan pembangunan di lokasi KKN dilaksanakan. Bagi mahasiswa peserta, KKN seharusnya dirasakan sebagai pengalaman belajar, suatu pengalaman belajar yang tidak dapat diperoleh di dalam kampus. Bagi mahasiswa peserta, KKN seharusnya dirasakan sebagai pengalaman belajar, suatu pengalaman belajar yang tidak dapat diperoleh di dalam kampus. Dengan mengikuti KKN mahasiswa seharusnya memiliki pengetahuan baru, perasaan baru, kemampuan baru, dan kesadaran baru tentang problem dan bagaimana memecahkan yang dihadapi masyarakat bangsanya, tentang tanah airnya dan tentang bagaimana seharusnya dirinya berperan lebih jauh. Terdapat tiga unsur penting yang terkandung, yaitu: pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai kegiatan yang bermuatan pendidikan, KKN membawa mahasiswa peserta untuk berkenalan secara langsung dengan masyarakat dan permasalahannya, serta membantu mencari solusi dengan pendekatan interdisipliner. Sebagai kegiatan yang bermuatan penelitian, mahasiswa diajak melakukan pemahaman dan analisis potensi masyarakat ( dengan bantuan dosen pembimbing) sehingga mampu memberikan sumbangan pemikiran kritis atas solusinya. Sebagai kegiatan pengabdian masyarakat, KKN dapat menjadi wahana mengamalkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni bagi pemecahan masalah dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, KKN dapat dimaknai sebagai bentuk pengintegrasian kegiatan intrakurikuler pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa secara interdisipliner. Perencanaan program KKN dilakukan bersama dengan fihak-fihak yang berkepentingan bagi pengembangan masyarakat dimana KKN akan dilakukan ( Pemda, swasta, unsur masyarakat) sebagai perencanaan bersama, sehingga pada pelaksanaannyapun juga menjadi tanggung jawab bersama dari yang terlibat merencakanannya. Agar terarah dan mendatangkan manfaat bagi masyarakat secara optimal, maka diawali dengan pelaksanaan needs assesment dan penyusunan data based yang menjadi sumber acuan perencanaan program dan evaluasi KKN. DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) diharapkan sudah mengerti lokasi serta keadaan masyarakat di daerah tersebut. Dengan mengerti kondisi lapangan dan masyarakat terlebih dahulu, dosen pembimbing dapat mengarahkan aktivitas mahasiswa ketika sampai di tempat KKN. Selain itu juga supaya nantinya tujuan program menjadi lebih efektif serta efisien. DPL hendaknya mengetahui kultur budaya dan sosial masyarakat KKN setempat. Maksud dan Tujuan KKN Mewujudkan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu bidang pengabdian kepada masyarakat. Membantu mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dipelajari secara langsung yang sesuai dengan teori sehingga memberi manfaat bagi masyarakat Membekali mahasiswa kemampuan pendekatan masyarakat dan membentuk sikap serta perilaku untuk senantiasa peka terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat Memberi pengalaman belajar mahasiswa dalam kehidupan masyarakat dan mendewasakan kepribadian dan memperluas wawasan mahasiswa Melatih mahasiswa belajar bersama masyarakat untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam pembangunan. Membantu pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni sebagai upaya mencapai kesejahteraan\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kkn.lppm.uns.ac.id\/?page_id=2008\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"KKN\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kkn.lppm.uns.ac.id\\\/?page_id=2008\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kkn.lppm.uns.ac.id\\\/?page_id=2008\",\"name\":\"Latar Belakang - KKN\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kkn.lppm.uns.ac.id\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2013-06-14T10:15:15+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/kkn.lppm.uns.ac.id\\\/?page_id=2008#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/kkn.lppm.uns.ac.id\\\/?page_id=2008\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kkn.lppm.uns.ac.id\\\/?page_id=2008#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/kkn.lppm.uns.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Latar Belakang\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/kkn.lppm.uns.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/kkn.lppm.uns.ac.id\\\/\",\"name\":\"KKN\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/kkn.lppm.uns.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Latar Belakang - KKN","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kkn.lppm.uns.ac.id\/?page_id=2008","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Latar Belakang - KKN","og_description":"Latar Belakang KKN Mengingat keanekaragaman masyarakat Indonesia, paradigma keilmuan di Indonesia harus mencari jalan atau karakternya sendiri. Membangun tradisi keilmuan yang setia pada kenyataan hidup masyarakat Indonesia perlu ditekankan. Oleh karenanya perguruan tinggi selain memberikan fungsi pendidikan bagi mahasiswanya juga harus membantu menyelesaikan problem masyarakat demi peradaban mereka yang lebih baik. Dapat dikatakan bahwa Ilmu tanpa praktek itu kosong, praktek tanpa ilmu itu kerdil. Dalam sejarah pendidikan tinggi di Indonesia, gagasan integral terkait dengan pengabdian pada masyarakat desa bukan hal baru. Pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) yang dirintis pelaksanaaanya sejak tahun akademik 1971\/1972 di beberapa perguruan tinggi, kini telah dicoba pelaksanaannya oleh hampir seluruh perguruan tinggi di Indonesia. KKN bagi mahasiswa pertama-tama justru bukan pada program yang dilakukan, namun juga terbentuknya pengalaman dan ikatan batin mahasiswa pada masyarakat. Sangat berbahaya kalau mahasiswa yang merupakan calon pemimpin masa depan malah tidak mengenal rakyatnya. Memang mereka tidak harus kembali ke desa, mereka bisa jadi apa saja, tapi tetap harus memiliki orientasi pedesaan. Pentingnya orientasi pedesaan semata-mata karena fakta bahwa 80 persen wilayah Indonesia merupakan wilayah perdesaan. Di sisi lain Sivitas akademik mesti secara sungguh-sungguh berguru pada rakyat yang justru terbukti memiliki daya tahan dan daya juang paling tangguh dalam sejarah Indonesia. KKN dilaksanakan guna meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat, dengan tujuan memberi pendidikan pelengkap bagi mahasiswa sekaligus membantu masyarakat melancarkan pembangunan di lokasi KKN dilaksanakan. Bagi mahasiswa peserta, KKN seharusnya dirasakan sebagai pengalaman belajar, suatu pengalaman belajar yang tidak dapat diperoleh di dalam kampus. Bagi mahasiswa peserta, KKN seharusnya dirasakan sebagai pengalaman belajar, suatu pengalaman belajar yang tidak dapat diperoleh di dalam kampus. Dengan mengikuti KKN mahasiswa seharusnya memiliki pengetahuan baru, perasaan baru, kemampuan baru, dan kesadaran baru tentang problem dan bagaimana memecahkan yang dihadapi masyarakat bangsanya, tentang tanah airnya dan tentang bagaimana seharusnya dirinya berperan lebih jauh. Terdapat tiga unsur penting yang terkandung, yaitu: pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai kegiatan yang bermuatan pendidikan, KKN membawa mahasiswa peserta untuk berkenalan secara langsung dengan masyarakat dan permasalahannya, serta membantu mencari solusi dengan pendekatan interdisipliner. Sebagai kegiatan yang bermuatan penelitian, mahasiswa diajak melakukan pemahaman dan analisis potensi masyarakat ( dengan bantuan dosen pembimbing) sehingga mampu memberikan sumbangan pemikiran kritis atas solusinya. Sebagai kegiatan pengabdian masyarakat, KKN dapat menjadi wahana mengamalkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta seni bagi pemecahan masalah dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, KKN dapat dimaknai sebagai bentuk pengintegrasian kegiatan intrakurikuler pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa secara interdisipliner. Perencanaan program KKN dilakukan bersama dengan fihak-fihak yang berkepentingan bagi pengembangan masyarakat dimana KKN akan dilakukan ( Pemda, swasta, unsur masyarakat) sebagai perencanaan bersama, sehingga pada pelaksanaannyapun juga menjadi tanggung jawab bersama dari yang terlibat merencakanannya. Agar terarah dan mendatangkan manfaat bagi masyarakat secara optimal, maka diawali dengan pelaksanaan needs assesment dan penyusunan data based yang menjadi sumber acuan perencanaan program dan evaluasi KKN. DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) diharapkan sudah mengerti lokasi serta keadaan masyarakat di daerah tersebut. Dengan mengerti kondisi lapangan dan masyarakat terlebih dahulu, dosen pembimbing dapat mengarahkan aktivitas mahasiswa ketika sampai di tempat KKN. Selain itu juga supaya nantinya tujuan program menjadi lebih efektif serta efisien. DPL hendaknya mengetahui kultur budaya dan sosial masyarakat KKN setempat. Maksud dan Tujuan KKN Mewujudkan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu bidang pengabdian kepada masyarakat. Membantu mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dipelajari secara langsung yang sesuai dengan teori sehingga memberi manfaat bagi masyarakat Membekali mahasiswa kemampuan pendekatan masyarakat dan membentuk sikap serta perilaku untuk senantiasa peka terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat Memberi pengalaman belajar mahasiswa dalam kehidupan masyarakat dan mendewasakan kepribadian dan memperluas wawasan mahasiswa Melatih mahasiswa belajar bersama masyarakat untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam pembangunan. Membantu pemberdayaan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni sebagai upaya mencapai kesejahteraan","og_url":"https:\/\/kkn.lppm.uns.ac.id\/?page_id=2008","og_site_name":"KKN","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kkn.lppm.uns.ac.id\/?page_id=2008","url":"https:\/\/kkn.lppm.uns.ac.id\/?page_id=2008","name":"Latar Belakang - KKN","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kkn.lppm.uns.ac.id\/#website"},"datePublished":"2013-06-14T10:15:15+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kkn.lppm.uns.ac.id\/?page_id=2008#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kkn.lppm.uns.ac.id\/?page_id=2008"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kkn.lppm.uns.ac.id\/?page_id=2008#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kkn.lppm.uns.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Latar Belakang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kkn.lppm.uns.ac.id\/#website","url":"https:\/\/kkn.lppm.uns.ac.id\/","name":"KKN","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kkn.lppm.uns.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kkn.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/2008","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kkn.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/kkn.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kkn.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kkn.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2008"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kkn.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/2008\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kkn.lppm.uns.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2008"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}