PELAKSANAAN KKN TANGGAP WABAH COVID-19 BATCH 3

Penarikan KKN tanggap wabah covid-19 batch 3 dilaksanakan tanggal 17 Juli 2020 pukul 09.00 WIB. Acara dimulai dengan sambutan Ketua UPKKN, sambutan Ketua LPPM, Sambutan Rektor yang diwakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. KUNCORO DIHARJO, S.T., M.T., pemaparan kegiatan KKN oleh mahasiswa yang terpilih, do’a, kemudian penutup.

Beberapa Program Kerja yang telah dilakukan disesuaikan dengan kebutuhan warga setempat atas dasar domisili masing-masing mahasiswa KKN. Berikut adalah contoh Progam kerja yang telah dilaksanakan:

Jawa 1

Jebres, Surakarta

Aulia Vici Yunitasari .(Teknik Elektro)

DPL: Joko Lulut Amboro, S.Sn., M.Sn.

“Pembuatan dan Aplikasi CTM – IoT (Contactless Temperature Measurement berbasis Internet of Things )”

Pengukuran suhu memang sangat penting karena menjadi salah satu indicator apakah orang tersebut terpapar virus corona atau tidak. Sekarang pun sudah banyak Thermogun sebagai alat pengukur suhu yang secara praktis, tetapi masih menggunakan objek orang dalam menggunakannya. Oleh karena itu kami berinisiatif untuk membuat Contcaless Temperature agar meminimalisir kontak fisik antar pengguna. Alat ini dibuat di Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret dengan dibantu oleh teman-teman satu tim bersama Bapak Agus Ramelan, S.Pd., M.T.

Alat CTM – IoT ini sudah diterapkan/diuji cobakan di lingkungan kampus UNS pada saat pelaksanaan UTBK. Disamping itu, juga dilakukan sosialisasi terkait alat CTM – IoT ini yang berguna sebagai pengukur suhu secara otomatis dan bisa di monitoring lewat HP maupun laptop. Sosialisasi dilakukan di daerah RT/RW : 09/02 Petoran, Jebres, Surakarta bersamaan dengan kegiatan edukasi penggunaan handsanitizer otomatis.

Jawa 2

Johunut, Paranggupito, Wonogiri

Radiska Putri Karismandari (Desain Interior, FSRD)

DPL : Sutrisno Hadi Purnomo, S.Pt.,M.Si., Ph.D.

“Aksi Healthy Together di Desa Johunut, Paranggupito, Wonogiri”

Di Desa Johunut, Johunut RT 02 RW 04 Paranggupito, Wonogiri merupakan desa yang dekat dengan pesisir akses jalannya pun sempit dan juga terpelosok sinyal pun susah untuk di dapatkan. Kondisi tersebut membuat para masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih yang sebagian berprofesi sebagai petani dan jauh dengan pertokoan besar di pusat kota. Jadi membuat masyarakat di era pandemi ini mengabaikan mencuci tangan dan memakai masker saat beraktivitas serta minimnya teknologi dan pengetahuan membuat masyarakat mengabaikan physical distancing.

Maka dari itu melalui KKN COVID-19 ini sebagai relawan saya membuat “Aksi Healty Together” dimana di dalamnya akan ada berupa penempelan poster tentang informasi COVID-19 Virus, pembagian paket masker (masker, sabun, & poster) secara individu, penyediaan fasilitas cuci tangan, & sosialisasi video animasi cara mencuci tangan yang baik dan benar serta video animasi pengertian apa itu New Normal.

Program ini mendapatkan respon dan dukungan yang bagus dari masyarakat, Pemerintah Desa dan Kecamatan.

Sumatera Barat

Nama : Naufal Julien Putra (Teknik Industri,FT)

             Ivan Yurdean (Statistika,FMIPA)

             Septiawan Hazra (Akuntansi,FEB)

DPL :   Murni Ramli, S.P., M.Si., Ed.D

“ E-Commerce bagi Pelaku UMKM sebagai salah satu Solusi Berdagan di Masa Pandemi”

Program ini merupakan kolaborasi kami bertiga sebagai Mahasiswa Universitas Sebelas Maret di wilayah Sumatera Barat menggunakan platform online instagram dengan akun “Sairiang Kaba” yang artinya seiring kabar. Masyarakat Sumatera Barat terkenal dengan jiwa dan kelihaiannya berdagang. Mayoritas masyarakat Sumatera Barat merupakan pedagang. Selama masa pandemik covid-19, banyak UMKM yang mengalami kendala untuk menjual produknya.

Sejalan dengan era digital, sistem perekonomian online atau e-commerce semakin marak, dan menjadi alternatif melakukan kegiatan perekonomian yang lebih memadai dalam kondisi apapun. Kami merasa perlu membantu para pedangang di wilayah kami dengan memperkenalkan platform-platform online yang bisa dimanfaatkan untuk mencari pasar dan menjual produk yang dimilikinya.

Faktanya, banyak masyarakat di wilayah kami yang belum ramah dengan teknologi seperti ini.Padahal jika dilihat produk yang dipunya tidak kalah saing dengan produk-produk yang sudah terkenal namanya. Hanya saja mereka tidak punya wadah dan modal yang cukup untuk meluaskan pasarnya lebih jauh lagi. Bahkan banyak platform online yang gratis yang bisa dimanfaatkan

Kami melihat peluang media sosial instagram sebagai alternatif untuk memasarkan produk yang ada. Instagram sekarang banyak digemari oleh anak muda dan bisa menjadi salah satu alternatif e-commerce saat ini. Banyak transaksi jual beli yang bisa dilakukan di Instagram.Kegiatan yang kami lakukan selama KKN Covid-19 ini mendapatkan tanggapan yang positif dari masyarakat di wilayah kami terbukti dengan adanya respon positif berupa permintaan konsultasi dan pembuatan akun instragram penjualan.

Harapan kami dari program yang kami buat ini dapat berdampak bagi pelaku-pelaku usaha (UMKM) untuk meluaskan pasar mereka bahkan bisa sampai ke luar daerah dan menambah pendapatan mereka terutama di saat masa pandemi ini.

Miruk, Aceh Besar

Lailatul Hikmah (FK Psikologi)

DPL :Sugini, S.Pd, M.Pd

“Edukasi Psikologi untuk Menjaga Kesejahteraan Psikologis Selama Masa Pandemi”

Warga Desa Miruk memiliki antusias yang sangat tinggi terhadap ritual keagamaan. Ritual keagamaan lebih menjadi prioritas dibandingkan kewaspadaan mengenai Covid-19. Meskipundemikian, warga Desa Miruk tetap dihimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Ritual kegamaan diyakini dapat menjadi upaya untuk menghindari Covid-19. Dalam hal ini, saya berinisiatif untuk memberi edukasi mengenai penerapan teori mindfulness dalam beribadah yang berfungsi sebagai upaya penunjang kesejahteraan psikologis bagi masyarakat Desa Miruk di era pandemi Covid-19.

Seluruh kegiatan KKN Covid tahap 3 ini dapat berjalan dengan baik atas dukungan dan bimbingan para DPL yang senantiasa membimbing dan mendampingi kegiatan masing-masing mahasiswa secara daring. Disamping itu dukungan dana program KKN senilai Rp. 850.000,- permahasiswa dirasa cukup memberi stimulus bagi terlaksananya program kegiatan KKN oleh mahasiswa dengan baik.

PELAKSANAAN KKN TANGGAP WABAH COVID-19 BATCH 3
Kembali ke Atas